Sejarah kita kerap berisi kisah penahlukan sebuah bangsa oleh bangsa lainnya. Umat manusia berupaya untuk memperluas wilayah kekuasaannya dengan berbagai motif, seperti agama, ekonomi, politik dan bahkan hanya karena kebencian terhadap ras atau bangsa lain.
Sebagian besar penahlukan terjadi dengan skala regional. Namun, beberapa penahlukan lain terjadi dengan skala global. Meskipun kejadiannya sendiri hanya terjadi sebatas di wilayah tertentu, tapi pengaruhnya dapat terasa hingga ke pelosok dunia dan mengubah arah sejarah.
Paska kolonialisme, sebagian besar kita menganggap Barat adalah adi daya. Kita sering mendengar nama penahluk seperti Hitler, Napoleon Bonaparte dan Hernando Cortez. Namun, jika kita kembali ke era sebelum kolonialisme dan bahkan sebelum renaisans, kita akan menyaksikan bagaimana sebagian besar sejarah dunia justru diukir oleh peradaban timur.
Berikut sejumlah nama besar penahluk dari masa tersebut;
Qin Shihuangdi - China
China yang sekarang awalnya adalah sejumlah kerajaan kecil yang berbeda-beda. Mereka dipersatukan oleh seorang Qin Shihuangdi pada tahun 221 sebelum masehi. Wilayah tahlukannya masih bersatu selama 2000 tahun hingga saat ini dan China telah memainkan peran penting dalam sejarah peradaban manusia sejak saat itu.Sang kaisar memusatkan kekuasaan di China dan menstandarisasi aturan hukum, ekonomi dan bahasa. Untuk mempertahankan kekuatannya, dia menerapkan sensor ketat terhadap berbagai pemikiran yang bertentangan dengan ideologinya.
Dalam rangka mempertahankan kerajaannya dari kaum bar-bar di utara, dia memerintahkan pembangunan Tembok Besar China yang masih berdiri hingga kini sebagai lambang dari ambisi Qin.
Mehmed II

Peradaban China memang memberikan sumbangan besar kepada sejarah manusia tapi penahlukan Qin tidak serta merta mengubah arah sejarah global. Namun, penahlukan oleh seorang sultan dari Turki ini langsung menjadi penentuan bagi apa yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia setelahnya.
Sultan Mehmed II menahlukan Kekaisaran Romawi Bizantium pada 1453. Warga Konstatinopel yang saat itu merupakan kota pusat peradaban dunia menyaksikan bagaimana pasukan Turki menarik kapal-kapal perangnya di daratan untuk mengambil jalan pintas menyusul ditutupnya jalur laut menuju kota.
Dengan senjata model baru berupa meriam-meriam raksasa, pasukan tersebut akhirnya berhasil menahlukan Konstatinopel, yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan Eropa dan Asia.
Dengan ditutupnya akses menuju Asia, orang-orang Eropa terpaksa harus mencari jalur alternatif yang berujung kepada ditemukannya Benua Amerika oleh Colombus. Momen yang menjadi awal dari Kolonialisme Barat.
Genghis Khan
Meskipun mampu mengubah arah sejarah, wilayah tahlukan Sultan Mehmed bisa dibilang sangat kecil dibandingkan area penahlukan Genghis Khan. Setelah menyatukan seluruh klan di daratan Mongolia dalam satu kerajaan, Temujin dianugerahi gelar Genghis Khan yang berarti Raja Alam Semesta.Dia dan para penerusnya melanjutkan kampanye militernya hingga menahlukan seluruh China hingga semenanjung Indochina, sebagian wilayah Eropa dan Kekhalifahan Islam di Timur Tengah (Sejak penyerbuan pasukan Monggolia ke Baghdad, peradaban Islam mulai mengalami pelemahan). Mongolia memiliki wilayah kekuasaan terluas dalam sejarah manusia sebelum era Kolonialisme.
Alexander the Great
Mungkin Genghis Khan dan para penerusnya sempat memiliki kekuasaan terluas di muka bumi. Namanya sangat terkenal saat ini tapi ada nama penahluk lain yang telah menginspirasi dunia sejak zaman kuno.Pada usia 20 tahun, Alexander the Great menggantikan ayahnya, Raja Makedonia yang tewas dibunuh. Dia sangat dihormati oleh pasukannya karena memiliki kombinasi skill berperang yang sangat baik dan pendidikan tinggi. Tidak lain adalah Aristoteles yang menjadi guru les-nya.
Setelah menahlukan Yunani, dia menantang Persia, yang saat itu adalah negara adi daya. Kemudian, dia menyerbu Mesir dan membangun kota Alexandria di tepian Sungai Nil pada tahun 332 sebelum masehi. Sebelum kematiannya, wilayah kekuasannya terbentang dari Yunani, Timur Tengah, Mesir, Persia dan India.
Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah pada tahun 570. Pada masa remajanya dia adalah pengembala dan pedagang. Sejak 610, dia mulai menyebarkan Islam di semenanjung Arab. Pada 630, Muhammad tidak hanya menjadi Nabi, melainkan penguasa politik dan pemimpin militer di Arab. Saat kematiannya, hampir seluruh orang Arab memeluk Islam.
Di bawah kepemimpinan para penerusnya, seperti Umar bin Khattab, kekuasaan Islam meluas hingga Suriah, Palestina, Persia dan Mesir hanya dalam beberapa tahun. Pada 698, Islam menguasai Afrika Utara setelah mengusir Romawi dan suku bar-bar di Afrika Tengah.
Pada 711, di bawah komando Tariq, pasukan Muslim menyebrangi lautan untuk menyerbu Spanyol. Islam menguasai Spanyol, Afrika Utara, Timur Tengah hingga Persia dan India. Agama Islam sendiri terus meluas hingga ke Turki dan Asia Tenggara.
Semasa hidupnya, Muhammad tidak menguasai wilayah seluas kekuasaan Qin maupun Genghis Khan. Namanya di zaman kuno mungkin tidak setenar Alexander the Great. Namun, pengaruhnya bagi peradaban umat manusia tidak perlu diragukan.
Saat ini, kekuasaan Genghis Khan, Qin, Mehmed II dan Alexander the Great yang tersisa hanya negara Mongolia, China, Turki dan Yunani, tidak lebih. Namun, pengaruh peradaban Islam masih bertahan dan mendalam seperti yang kita saksikan di dunia saat ini.
Demikianlah beberapa penahluk terbesar dari zaman kuno. Empat di antaranya berasal dari Asia. Nabi Muhammad, Sultan Mehmed II dan Genghis Khan bahkan berasal dari wilayah yang saat itu bukan pusat peradaban dunia. Hal ini menunjukkan bahwa semua bangsa, tidak hanya Eropa, dapat mengubah dunia. Di era moderen saat ini, mungkin kita sepakat untuk menolak penahlukan militer apapun, tapi penahlukan ekonomi, politik, kebudayaan dan teknologi masih berlangsung.
*Brighton. C, (1984), The History of Civilization, New Jersey: Pretice Hall
Farah. M, Karls. A, (1999), World History: The Human Experiences, New York: Glencoe Hagia Sophia (1989) Istanbul: Turizm Yayinlari
Leick, G, (1999) Who’s Who in the Ancient Near East, London: Routledge
Mc Graw Hills

Comments
Post a Comment