Orangutan Tapanuli. Sumber: National Geographic
Keanekaragaman hayati Indonesia terus memberi kejutan dengan menghadirkan spesies-spesies terbaru. Baru-baru ini kita mendapatkan kabar gembira dengan ditemukannya spesies baru orangutan.
Dengan penemuan spesies yang diberi nama orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) ini, maka di dunia kini ada tiga spesies orangutan yang telah diketahui, selain orangutan Sumatra (Pongo Abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus).
Begitu mendapatkan laporan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar langsung menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk mengabarkan kabar gembira tersebut.
Orangutan Tapanuli memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies orangutan lainnya, yakni bulunya yang keriting dan kumis yang lebih tebal. Spesies ini juga lebih pemalu dari orangutan lain, sehingga membuat mereka sulit ditemukan.
Lokasi Orangutan Tapanuli. Sumber: Guardian Science
“Sangat menyenangkan mengetahui keberadan spesies kera besar yang baru ini,” kata Serge Wich, professor biologi primate di Universitas John Moores Liverpool yang tergabung dalam team riset penemuan tersebut, seperti dikutip Guardian Science.
Orangutan Tapanuli memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies orangutan lainnya, yakni bulunya yang keriting dan kumis yang lebih tebal. Spesies ini juga lebih pemalu dari orangutan lain, sehingga membuat mereka sulit ditemukan.
Keberadaannya baru ditemukan pada 2014 saat seekor orangutan di Tapanuli ditemukan tewas dibunuh oleh warga kampung. Baru tahun ini, para ilmuwan yang meneliti specimen tersebut mengonfirmasi bahwan orangutan tersebut adalah spesies yang baru.
Terancam Punah
Sayangnya kabar gembira penemuan spesies yang menambah kekayaan hayati Indonesia ini juga bersamaan dengan kabar buruk. Saat ini diperkirakan hanya 800 ekor orangutan Tapanuli yang tersisa. Angka tersebut adalah yang terkecil dibandingkan populasi spesies orangutan lainnya, sehingga orangutan Tapanuli menjadi spesies kera besar yang paling terancam punah.
Seperti namanya, spesies baru ini hidup di wilayah Tapanuli, Sumatra Utara. Tepatnya di Batang Toru yang memiliki luas 1000 kilometer persegi di sebelah selatan Danau Toba. Parahnya lagi, di lokasi ini sering terjadi perburuan illegal dan terdapat tambang emas.
Bahkan, sebuah fasilitas pembangkit listrik tenaga air tengah direncanakan dibangun di lokasi tersebut. “Saya khawatir karena spesies ini berada di bawah ancaman yang besar terkait area dimana kita menemukan adanya keberadaan mereka,” jelas Wich.
Dengan ditemukannya orangutan Tapanuli, maka saat ini diketahui terdapat delapan spesies kera besar, yaknu manusia, gorilla timur, gorilla barat, simpanse, bonobo, orangutan Sumatra, orangutan Kalimantan dan orangutan Tapanuli.
Kita berharap setelah menerima laporan tersebut langsung oleh ibu menteri, presiden akan memberikan perhatian khusus, sehingga pemerintah dan masyarakat dapat bekerjasama untuk melindungi keberadaan orangutan Tapanuli dan seluruh spesies di Indonesia dari ancaman kepunahan.
Sumber: Guardian Science dan National Geographic
Gambar: National Geographic
Comments
Post a Comment